News Update :
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label BMKG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BMKG. Tampilkan semua postingan

Topan Haiyan Ancam indonesia

Penulis : Unknown on Minggu, 07 Desember 2014 | 12.17

Minggu, 07 Desember 2014



Meski Indonesia tidak akan menerima terjangan langsung topan Haiyan, Mulyono meminta warga mewaspadai efek tidak langsung. Pengaruhnya di Indonesia, jelas Mulyono, hanya akan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi di Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, dan Kalimantan bagian utara. 

Bukan hanya itu. Akan ada gelombang laut setinggi 3 meter yang berpeluang terjadi di perairan Kepulauan Natuna, Kepulauan Anambas, dan Laut Sulu.

Juru Bicara BMKG Kukuh Ribudiyanto menambahkan, garis khatulistiwa melindungi wilayah Indonesia dari topan Haiyan. Apalagi, berdasar pantauan terakhir, kekuatan topan Haiyan sudah jauh melemah.

"Haiyan sudah masuk Hanoi dan perkiraan kita sudah melemah. Nanti malam (tadi malam, Red) bahkan tidak ada lagi," ujar Kukuh di Jakarta kemarin.

Kukuh menerangkan, kekuatan Haiyan sudah turun dari kategori 5 ke kategori 2. "Berdasar pemantauan kami, saat ini tidak ada badai tropis yang akan masuk ke kawasan Asia dalam tiga hari. Cuma kami melihat ada dua bibit di utara Papua dan barat Sumatera, tetapi belum ada tanda untuk menguat," tambahnya.

Kukuh menjelaskan, teknologi cuaca memungkinkan untuk memprediksi pembentukan, kekuatan, serta arah jalur badai atau topan tiga hari sebelum kejadian.

komentar | | Read More...

Gerhana Bulan Total Indonesia

Penulis : Unknown on Senin, 14 April 2014 | 01.21

Senin, 14 April 2014

 

Gerhana Bulan Total 15 April 2014


Gerhana Bulan Total Indonesia bakal terjadi besok di sejumlah wilayah di tanah air. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan jika Gerhana tersebut bisa diamati dari beberapa wilayah Indonesia kecuali Jawa bagian barat, Kalimantan bagian barat, dan Sumatera.

Gerhana Bulan Total 15 April 2014 dan Menukil Wikipedia, Gerhana Bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang Bulan tertutup oleh bayangan Bumi. Sehingga, Bumi berada diantara Matahari dan Bulan di satu garis lurus yang sama. Alhasil, sinar Matahari tidak bisa mencapai Bulan karena terhalang oleh Bumi.


Andi Eka Sakya mengatakan jika wilayah Indonesia hanya bisa mengamati Gerhana Bulan pada bagian akhir proses. Menurut Kepala BMKG itu Gerhana Bulan juga bisa diamati di sejumlah wilayah belahan dunia lain mulai Afrika bagian barat, Eropa bagian barat dan Samudera Atlantik saat bulan sedang terbenam.

Pada tahun 2014 ini diperkirakan ada empat kali fenomena alam Gerhana yakni Gerhana Bulan Total pada 15 April esok, Gerhana Matahari Cincin pada 29 April, Gerhana Bulan Total pada 8 Oktober, dan Gerhana Matahari Sebagian pada 23 Oktober.

Sementara itu proses Gerhana Bulan tidak bisa diamati dari sejumlah wilayah Asia, Afrika bagian timur, dan Eropa bagian timur. Ini berarti beruntung bagi kita di wilayah Indonesia yang mendapati kesempatan menikmati proses Gerhana Bulan meski hanya pada bagian akhirnya saja.

komentar | | Read More...
 
| | | | | |
© . Peristiwa Aktual . .
Design Template by kwanyar-online | Support by creating website | Powered by Blogger Kwanyar
div id='fb-root'/>