News Update :
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Ahok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahok. Tampilkan semua postingan

Djarot Saiful Hidayat Wagub DKI Jakarta

Penulis : Unknown on Rabu, 17 Desember 2014 | 09.35

Rabu, 17 Desember 2014


Menanti Gebrakan Wagub Jakarta Djarot Saiful


Djarot Saiful Hidayat resmi menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Dia dilantik menjadi DKI 2 oleh Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama di Balai Agung, Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2014). Dituntun Ahok, Djarot mengucapkan sumpah jabatan tepat pukul 13.30.

Djarot dilantik menggunakan payung hukum Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemiliihan Kepala Daerah. Berdasarkan Pasal 172 ayat 1 Perppu ini, wakil gubernur dilantik oleh gubernur.

Sebelum terbit perppu tersebut, pelantikan gubernur dan wakil gubernur dilaksanakan oleh Menteri Dalam Negeri dengan dasar hukum SK Presiden. Rujukannya adalah UU soal Pilkada. Itu artinya, Djarot menjadi wakil gubernur pertama yang dilantik oleh gubernur.

Dengan lantang, Djarot yang mengenakan pakaian dinas upacara (PDH) itu berjanji akan memenuhi kewajibannya sebagai wakil gubernur Jakarta dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya.


"Memegang teguh UUD 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa," kata Djarot. Djarot akan mendampingi Gubernur Ahok membangun Jakarta hingga 2017 mendatang.

Bagi warga Jakarta, nama Djarot bisa dibilang asing. Pria kelahiran Gorontalo, 30 Oktober 1955, itu lebih terkenal di Jawa Timur, tempatnya merintis karier sebagai politikus. Kiprah kader PDI Perjuangan itu diawali dengan duduk di kursi Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur.

Djarot juga poluler di Blitar karena dianggap mampu mengelola daerah dengan baik. Selama dua periode menjabat wali kota Blitar, dari 2000 hingga 2010, Djarot memprioritaskan pedagang kaki lima (PKL) menjalankan roda perekonomian. Dia membatasi pembangunan mal dan gedung pencakar langit lain.

Sejumlah penghargaan telah diraih, seperti anugerah Adipura selama tiga tahun berturut-turut dan penghargaan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah tahun 2008.


komentar | | Read More...

Gubernur Tandingan DKI Jakarta

Penulis : Unknown on Senin, 01 Desember 2014 | 11.39

Senin, 01 Desember 2014



Fahrurrozi Ishaq Gubernur tandingan DKI jakarta versi Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) telah dilantik pada Senin (1/12/2014) di depan Gedung DPRD DKI Jakarta. Pelantikan tersebut disaksikan oleh ribuan orang yang tergabung dalam Forum Betawi Rempug (FBR), Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam (FUI), dan Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ).

Setelah dilantik, Fahrurrozi Ishaq memberikan pidato singkatnya. Ia menginginkan supaya DPRD DKI Jakarta dapat menurunkan jabatan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Fahrurrozi Ishaq Gubernur tandingan dki jakarta

“Sebagai gubernur DKI Jakarta, saya minta DPRD menggunakan hak interpelasinya untuk menurunkan Ahok,” ujarnya.

Pidato tersebut langsung disambut gemuruh takbir massa demonstran. Pantauan Kompas.com, massa yang terdiri dari ribuan orang itu sudah berkumpul di depan Gedung DPRD sejak pukul 10.25. Sekitar pukul 11.50 mereka bergeser ke depan Balaikota.


‘Pelantikan’ ini dilakukan di sela-sela demo penolakan Gubernur Ahok di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2014) pukul 11.10 WIB. Penunjukan Rozi yang juga anggota FPI ini diklaim lewat proses alot.

“Dengan ini Ketua Presidium Penyelamat Jakarta telah mengadakan rapat beberapa hari yang lalu dengan proses yang alot. Walaupun cuma lima menit, dengan ini memutuskan dan menetapkan mulai hari ini di hati kita punya gubernur rakyat yaitu KH Fakhrurozi Ishaq, Ahok buang ke tempat sampah. Gubernur kita mulai hari ini adalah Fakhrurozi!” ucap Ketum FBR Luthfi Hakim saat ‘melantik’ Rozi. Luthfi yang juga Penasehat Gubernur Presidium Penyelamat Jakarta itu berbicara dari atas mobil komando.

Fakhrurozi yang berdiri di samping Luthfi menerima pengangkatan tersebut dan berjanji akan menjalankan amanah sebagai ‘gubernur tandingan’ ini. Dia juga akan berusaha agar Ahok bisa lengser dari jabatan Gubernur DKI.

“Atas amanah ini saya meminta kepada seluruh anggota DPRD DKI Jakarta keinginan masyarakat hendaknya diterima, aspirasi masyarakat diteruskan. Saya minta seluruh anggota DPRD gunakan hak interpelasi dan hak angket secepatnya menurunkan Ahok. Terima kasih dan saya siap menjalankan tugas yang diamanahkan presidium,” ucap Fakhrurozi.

Rizieq Shihab menambahkan Presidium Islam yang diketuai Rhoma Irama telah menentukan Rozi jadi ‘gubernur tandingan’. Rencananya gubernur baru ini akan dibawa ke Balai Kota.

“Siap bawa gubernur ke kantornya?” tanya Rizieq.

“Siaap!” jawab seluruh pendemo.

Demonstrasi ini membuat Jl Kebon Sirih tidak bisa dilewati.


komentar | | Read More...

Ahok vs FPI

Penulis : Unknown on Selasa, 11 November 2014 | 21.56

Selasa, 11 November 2014


Ahok Layangkan Surat Pembubaran FPI ke Menhuk dan HAM


Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama bakal melayangkan surat rekomendasi pembubaran Front Pembela Islam (FPI) ke Menteri Hukum dan HAM, Senin (10/11/2014) ini.

Basuki mengaku sudah mengoordinasikan hal ini bersama Kepala Biro Hukum DKI Sri Rahayu untuk melayangkan surat rekomendasi itu.

"Mudah-mudahan banyak gubernur, bupati, wali kota yang berani ikuti jejak saya (beri surat rekomendasi pembubaran FPI). Kami kirim surat resmi ke Menkumham untuk rekomendasi sesuai UU Ormas, FPI dibubarkan dari seluruh Indonesia," kata Basuki, di Balaikota, Senin (10/11/2014).


Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas, pembubaran dapat dilakukan Kementerian Hukum dan HAM melalui pengadilan untuk diberi sanksi berdasar data-data kepolisian.

Ada tiga jenis sanksi yang dapat diberikan kepada ormas pelanggar peraturan, yakni teguran, pembekuan, serta pembubaran ormas.

Senin siang ini, sebanyak 2.500 massa FPI dan Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) melakukan aksi unjuk rasa di Balaikota untuk menolak Basuki menjadi gubernur DKI.

Sementara itu, 3.000 massa buruh juga melakukan aksi unjuk rasa, menuntut peningkatan upah minimum provinsi (UMP) DKI. Basuki pun mengaku bakal kembali menerima perwakilan buruh dan tetap tidak akan berunding dengan FPI.

komentar | | Read More...

Prabowo Subianto vs Jokowi

Penulis : Unknown on Minggu, 16 Maret 2014 | 12.13

Minggu, 16 Maret 2014

 

Prabowo Subianto Kecewa Pada PDIP


Prabowo Subianto vs Jokowi karena pencapresan Gubernur DKI Jokowi, Prabowo Subianto menyindir sosok pemimpin yang mencla-mencle. Jokowi yang sudah didaulat jadi capres PDIP pun menanggapi santai sindiran tajam Prabowo itu.

"Saya tidak mau mengomentari yang malah nanti menjadi panas. Sudahlah. Kita ini kan, biarkan masyarakat yang nanti memberikan penilaian. Ini kan demokrasi. Yang mau mendukung, silakan mendukung, yang tidak mau, silakan," kata Jokowi kepada wartawan di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Minggu (16/3/2014).


Jokowi lantas berpesan, agar setiap capres tidak saling menjelekkan. Namun mengedepankan etika sopan santun.

"Saya kira tidak mendukung juga tidak apa-apa. Saya kira tidak perlu saling menjelekan, saling menyerang, saling mencemooh, kita tunjukkan sopan santun kita," kata Jokowi dengan mimik serius.

Memangnya Jokowi tidak membicarakan rencana pencapresannya dengan Prabowo Subianto? "Itu urusan partai," kata Jokowi santai.

Sebelumnya Prabowo menegaskan bahwa Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama akan menyelesaikan tugas 5 tahun di Jakarta. Pernyataan ini jelas sindiran keras untuk Jokowi.

"Saya menghendaki saudara Ahok selesaikan tugasnya sesuai janji pada rakyat. Bagi saya, ucapan seorang pemimpin adalah UU yang tak boleh dilanggar. Jadi Ahok selesaikan tugasnya selama 5 tahun," kata Prabowo di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (16/3/2014).

Soal kriteria cawapresnya, Prabowo pun kembali menyindir sosok Jokowi. "Kita berharap pada kebersihan kejujuran, dan akhlak pemimpin yang selalu pegang teguh janji. Ucapannya bisa dipegang," kata Prabowo.

"Jangan bicara A tapi tidak dilaksanakan. Saya kira berbahaya jika pemimpin Indonesia mencla-mencle. Satu hari bilang A lalu bilang B, jam 2 tahu lalu jam 3 tempe," ujar Prabowo diikuti tawanya.
komentar | | Read More...
 
| | | | | |
© . Peristiwa Aktual . .
Design Template by kwanyar-online | Support by creating website | Powered by Blogger Kwanyar
div id='fb-root'/>